Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juli 16, 2010

Install Ubuntu Server & Ubuntu Dekstop 10.04

Melanjutkan kisah kemarin tentang obsesi install Ubuntu (lagi) setelah sekian lama absen dari dunia per-Ubuntu-an. Jadi, ketika Wonosobo mengadakan Wonosobo Expo 2010 dan saya sedang kluyuran ketemu old pal yang jualan komputer itu. Oiya, saya beli keyboard dan kabel USB panjang yang bisa untuk disambung-sambung. Secara sambil lalu lihat brosur kok ada list Ubuntu (server & desktop). "Tak beli sini dua-duanya" kata saya. "Ndak usah sama sampean cukup setor flashdisk" balasnya. Ya okelah tranfer file pun berlangsung. Setelah itu segera saja diburn ke cd.

Cukup lama kedua keping cd itu ndongkrok di meja. ehm..males... ehm.. ihihihi..

Pada kesempatan lain, saya peroleh lungsuran PC P4 2,8 Ghz RAM 256Mb Hardisk 40Gb. "Cukup", pikir saya. Sampai pada beberapa waktu proses menginstall Ubuntu belum terlaksana, malah menceng lagi, iseng saya install Win XP. Lumayan..ngehang, dan terkadang walaupun jalan dan gak ngehang, tapi terasa lelet.

Karena kebetulan Expo masih belum tutup maka dicarilah RAM DDR I lagi untuk tambah-tambah modal. Cari yang 1 Gb tidak kesampean, barang langka si. Ya terang saja saya alih channel ke yang ada dan didapat yang 512 Mb sehingga total menjadi 768 Mb. "Lumayanlah cukup", pikir saya. Win Xp tetep belum memuaskan, terutama jika dihubungkan dengan keinginan saya sebagaimana tersebut di atas.

Akhirnya ya begitulah saya putuskan saja mendadak "Ubuntu server!". Dan....blar ..! working like a charm. Baiklah, memang lancar tapi kok monitornya item melulu lama-lama bosen selain itu repot juga, saya pun coba untuk menindih Ubuntu Server dengan Ubuntu desktop dan meluncurlah sudo apt-get install Ubuntu-Desktop. Plus minus 5 jam proses download berlangsung. Dan hasilnya pun... blar...! working like charm...

Masih belum puas sampai disitu, saya coba localhost, sebagai final experimen saya. Dan mengistall wordpress dan blar..! working like a charm again.

(Semua proses tidak diceritakan, asli mbosenin, gilak apa 5 jam belum ditambah install yang server)

Oiya, disitu tidak ada partisi ntfs atau FAT32 sama sekali. Mutlak hardisk 40 Gb saya alokasikan untuk ext4 full, biar tidak mules. Dengan komposisi 12 Gb untuk primary dan 1 Gb untuk swap sedangkan sisanya ya untuk gudang.

Dah ah, gitu dulu, dan kesan saya "it's worth".

Sabtu, April 17, 2010

Toko komputer di pojok jalan


Ingin menulis tetapi tidak tahu menulis apa. Mengumpulkan sisa-sisa energi yang tersisa untuk mampu menulis sekedarnya. Tadi sore datang ke kondangan teman SMA ketemu beberapa teman lama. Salah satunya hendak membuka toko komputer. Ini sih saya seneng banget karena yang bukak memang sudah terbukti ahli dibidangnya.

Nah lama-lama mulai kebuka tabir kabut malam. Jadi pada kesempatan itu saya pergunakan untuk konsultasi, dikit-dikit. Jadi tadi mendiskusi tentang program yang ruwet itu (programnya anonim aja deh). Yang konon kabarnya harus menunggang apache dengan dikombinasikan sedel pgsql. Komentarnya bagus juga, yaitu programnya terlalu gemuk. Sedangkan disatu sisi ada yang lebih mini lagi tetapi powerful. Saya tidak komentar banyak, karena konon memang konstrainnya banyak tur gek ya nggak mudeng. Ini sih hubungannya sama pgsqlnya. Jadi diselidiki belum begitu jelas dimana kegemukannya. Menurut saya, itu pas. Dengan sedikit pertimbangan yang juga masih kabur. Walah nggladrah.

Akhirnya diputuskan untuk instal Ubuntu (lagi) di laptop saya ini. Pada kesempatan pertama dicoba instal pake flashdisk dan berhasil booting, hanya saja gagal pada proses instalnya maka bergantilah cara mengisntal dengan DVD CD Ubuntu versi 9.04 dan gagal. Secara sengaja memang saya pernah pesan Ubuntu hanya saja yang dua terakhir masih belum terbuka bungkusnya. Ketika dibuka masih ada stikernya dan stiker Ubuntunya diminta, ya saya bolehkan saja karena dia lebih maniak pada OS yang kaya gituan, lebih pantes. Paling juga kalo dipasang di lid laptop saya paling juga laptopnya tiarap, minder. Kembali pada instalasi, proses instal masih juga gagal. Tidak tahu kenapa, katanya memang laptopnya yang sudah ketuaan (2004= 6 tahun, moga2 panjang umur .. Amin).

Nah, pada kesempatan itu saya kagum pada flashdisknya yang berisi berbagai macam OS atau tool-tool yang berguna. Ketika saya tanya bagaimana caranya, dia mengajukan blognya. Nah biar tidak tersesat kalau saya coba menuliskan caranya disini (belum nyoba juga si) maka sebaiknya menuju kesumbernya yang jelas telah ditulis dengan runut dan kemampuan yang memang sudah pada tempatnya yaitu di sini . Artikel-artikel bermanfaat lainnya juga dapat ditemui di sana di TechnoManiac's Blog: Longkrang, Wonosobo.

Minggu, Maret 21, 2010

Meletus lampu hijau..dor!

Malam ini saya telah dengan sukses membuat DIR-300 kesayangan saya benar-benar wafat dengan tidak tenang laughing. Yah, karena kerusakan terjadi pada organ dalam, maka ndak ada screen shoot.

Kesalahan terjadi ketika salah ngoplos kabel antara kutub positif dan negatif. Murni ini memang human erorr saya sebagai manusia. Ya iyalah masa sebagai monkey nguk.. laughing

Pelajarannya?
1. syukurin.
2. cek gambar colokan di body mesin.
3. punya bahan ngeblog.
4. bahan ketawaan atas 'kejeniusan saya' (ngga tega ngatain diri sendiri edi.. e-di-o-te laughing)

Mungkin sekalian kesempatan pindah orientasi ke alat lain. Tersangka utama kayaknya linksys, tapi entahlah terlanjur enak pake dir-300. Apapun pilihannya dipastikan bakal bikin bokek.. doh

Selasa, Februari 02, 2010

flv ke mp3 dengan vlc

Mengubah file flv menjadi mp3 dengan menggunakan vlc adalah sebagai berikut:
1. download vlc di http://www.videolan.org/vlc/
2. anggap vlc sudah terpasang
3. media-->convert atau ctrl+R
4. ikuti gambar1 : pilih profil mp3

gambar1

5. ikuti gambar2 : memberi nama berkas dengan alamat penyimpanan lengkap dengan ekstensi berkas yaitu .mp3 (wajib) terus klik gambar kunci dan obeng disebelahnya profile sebagaimana disebutkan pada langkah 4.


gambar2


6. ikuti gambar3: ini tidak penting-penting amat, ngikut aja gitu


gambar3


7. ikuti gambar4: video codec tidak ada yang dicentang

gambar4


8. ikuti gambar5 pilih audio codec mp3 sample rate standar 44100 Hz saya kalau ingat lebih senang 48000 Hz, terus di save

gambar5

9. ikuti gambar6 alias start.


gambar6


10. pada laptop saya vlc biasanya nge-freeze jangan diutak-atik tunggu sampai normal dan tulisan streaming menghilang.
11. kurang lebihnya demikian
12. selesai

Sabtu, September 12, 2009

Super macro dengan menggunakan kamera ponsel

Untuk menjadikan sebuah kamera ponsel sebagai kamera super macro dapat dilakukan dengan sedikit trik yang bisa dianggap lumayan ekstrim.

Bahan yang diperlukan adalah lensa dvd/cd player biasa atau dvd/cd rom.

Pastikan bahwa benda-benda tersebut memang sudah rusak dan tidak terpakai. Baru setelah itu bolehlah dibongkar. Untuk sesi pemotretan, jangan lupa siapkan pencahayaan yang cukup karena titik fokus sangat tipis ± 2mm

Pada eksperimen ini menggunakan lampu led dan obyek yang dipakai adalah kain, koran, novel, sampul kaset, cukai tembakau, sampul kartu prabayar, monitor dan lain-lain. Alat yang dipakai cd rom samsung bekas minta di tukang reparasi dan hp nokia 3500c 2 mpx.



Contoh dibawah berasal dari sampul belakang sebuah novel.

Nokia3500c055Nokia3500c056Nokia3500ctaNokia3500c060Nokia3500c061Nokia3500c062Nokia3500c063

Contoh dibawah berasal dari cukai tembakau

cukai tembakaucukai tembakaucukai tembakau

Contoh dibawah berasal dari ikon pensil pada yahoo toolbar


yahoo toolbaryahoo toolbaryahoo toolbaryahoo toolbar.


sumber: http://www.diyphotography.net

Sabtu, November 08, 2008

Ngantuk berbahaya

ngantuk


Gini ini kalau nyupir dalam keadaan dingin, pekat, gelap, prepet pokoknya lah. Speedo makin lama makin mlorot.

Jumat, April 25, 2008

Email baru (lagi)

Ketika mendapatkan tawaran dari Koen (seperti manggil nama sendiri thinking) aka Kuncoro++ aka K++ dan aka lain sebagainya --tepatnya di sini-- untuk mendapatkan email di mail at kuncoro dot com, tentu saja tanpa pikir panjang langsung saya samber kesempatan itu (sudah barang tentu setelah tawaran itu dibaca dan daftar beberapa hari dari hari setelah tawaran itu dibacabiggrin).

Di bawah ini tampilannya:Ada sedikit lagi woro-woro di sini:

Ini diusahakan sebisa mungkin untuk jalan sebaik mungkin seumur hidup. Namun tidak ada pihak yang bisa dituntut atas diskontinuitas layanan


Selain itu, sesuai dengan:

...masih banyak kursi tersisa (493 lagi). Tenang, nggak perlu buru2 :). Kalau kebetulan punya marga Kuncoro dengan 20 anggota keluarga, daftarkan saja semuanya :)


Sepertinya masih ada peluang untuk ikutan bagi anda sesama penyandang nama kuncoro, silakan kalau mau ikutan.

Sekali lagi diucapkan terima kasih atas di-approve-nya email saya notworthy

Rabu, Januari 09, 2008

Gak Bosen-bosen

Sebelumnya, cerita ini kemungkinan akan membuat beberapa orang muntah-muntah (itu juga kalau ada yang baca ding) , bukan karena sakit perut tapi karena denger nama group band kesukaan saya disebut-sebut. Saya juga heran, sudah kira-kira hampir dua tahun kok masih belum bosen. Boleh dikata, sebagai ost of my live sampai saat ini (sori kalau hiperbol).


Band yang beranggotakan empat orang ini memang menyenangkan. Coba bayangkan, empat orang dengan satu vokalis, seorang gitaris, seorang basis, dan tak ketinggalan, seorang penabuh drum. Keempatnya saling mengisi, dan terasa sangat padu. Moldy, mainnya penuh distorsi. Asoy geboy. Kalau boleh saya gambarkan (ya jelas boleh dong) cabikan gitarnya seperti petir menyambar-nyambar, bukan hanya saja dikala hujan bahkan juga sesekali disiang bolong, dan ini terasa sekali jika Moldy sedang bersolo gitar.

Tambahan lagi, komposisinya pas banget. Notabene ini band hanya terdiri dari empat orang, tapi dalam memadukan keahlian satu dengan lainnya bisa begitu pas. Kalau boleh saya gambarkan, seperti "ajeb-ajeb" dalam bentuk musik rock. Mungkin ini juga salah satu kemahiran dari Moldy, tapi tak dipungkiri ketrampilan personil-personil lainnya. Beda dengan band quarter lainnya, yang terkadang terasa ada bolongnya. Bisa kan membayangkan? Solo gitar Moldy (bukan gitar Solo) itu kan ngga ada rhythm-nya, tapi yang ngisi suara sela hanya suara bas Shuma dan drumnya Adit. Jeb-jeb..jeb-jeb..ttuiiiinggggg...toett tet tet...dem-dem..(kalau belum mules silakan nyalakan: da da dam .. da da dam ..)

Tadi sempat membandingkan dengan lagu Pieces-nya Sum 41 (lagu yang benar-benar asing), ketika ponakan saya (12 th) yang sedang liburan minta dicarikan gripnya (padahal saya belum karuan bisa). Dari SE-nya dia perdengarkan lagu itu, kemudian berkomentar "Keren kan om?" "Ehmm..biasa, lagunya radja masih lebih sulit" (grip Pieces kalau saya ndak salah hanya Dm Bb F C, sedangkan lagu da da dam .. lebih komplek dikit --mendekati gubuk-- menurut saya ). Ponakan saya --kebetulan sama-sama gemar nggitar-- memang lagi seneng-senengnya nyari-nyari grip-grip lagu, maklum anak seumuran dia memang sedang masa pertumbuhan dan lagi gaul-gaulnya. Bahkan untuk info lagu terbarupun dia kerap yang ngasih tau saya.

Sedikit, sempat saya evaluasi (dilarang protes) beberapa yang dipelajari sudah diserap hampir 90% antara lain: 11 Januari Gigi (dua hari), Pieces (itu tadi --30 menit), intro Sweet Child O' Mine-nya GN'R (2 jam --belum lancar) dan Patah Hati (diluar kepala). Ternyata yang sering dia mainkan sekarang adalah Lagu 11 Januari-nya, Gigi (melo). Beberapa lagu yang dia belum bisa (sudah terlalu malam sih) antara lain: I Will Survive nya Cake (kalau ini mah omnya yang maksa-maksa), dan Far Beyond The Sun-nya Yngwie, karena omnya yang memang gak bisa (sumprit tangan saya sendiri sampai kesleo ketika nyoba-nyoba, semoga kelak dia bisa deh..).

Ups, kesasar jauh dari radja .. gak papa, intinya untuk them song yang saya seneng dengerin masih da da dam .. da da dam .. dkk, minus album terakhir. Ehm ..., sudah berapa tahun sejak lagu ini keluar sampai saat ini masih juga belum juga bosen. Heran, jangan-jangan saya saja yang memang semakin oldis.

Ganti selera woey!!! (suara-suara penghasut ganti selera, sembari muntah-muntah)

Jumat, Desember 07, 2007

Draft yang tertunda, dan akhirnya batal

Seperti saya sebutkan, dalam mencatat inspirasi, biasanya saya melakukan pada bidang apa saja, termasuk pada draft blogger. Ini juga tergantung sikon, terutama pas BW-nya gede biggrin tapi, sepertinya beberapa draft, karena satu dan lain hal saya batalkan.




Beberapa draft yang mau saya luncurkan. biggrin
Naga-naganya, yang terakhir bakalan batal deh ... (mulo iku ojo seneng ngende-ngende)

(mumpung bandwidth gede ... umpak-umpakan ah... whistling)

Selasa, Desember 04, 2007

Code Tukang Ketik

¤ - Alt 15 ¶ - Alt 20 § - Alt 21 | - Alt 124 Ç - Alt 128

ü - Alt 129 é - Alt 130 ƒ - Alt 131 ä - Alt 132 à - Alt 133

† - Alt 134 ç - Alt 135 ê - Alt 136 ë - Alt 137 è - Alt 138

ï - Alt 139 î - Alt 140 ì - Alt 141 ô - Alt 147 ö - Alt 148

ò - Alt 149 û - Alt 150 ù - Alt 151 ÿ - Alt 152 Ö - Alt 153

Ü - Alt 154 ¢ - Alt 155 £ - Alt 156 ¥ - Alt 157 á - Alt 160

í - Alt 161 ó - Alt 162 ú - Alt 163 ñ - Alt 164 Ñ - Alt 165

ª - Alt 166 º - Alt 167 ¿ - Alt 168 ¬ - Alt 170 ½ - Alt 171

¼ - Alt 172 ¡ - Alt 173 « - Alt 174 » - Alt 175 ¦ - Alt 179

ß - Alt 225 ¶ - Alt 227 µ - Alt 230 ± - Alt 241 ÷ - Alt 246

° - Alt 248 • - Alt 249 · - Alt 250 ² - Alt 253 ¤ - Alt 271

¶ - Alt 276 § - Alt 277 ! - Alt 289 … - Alt 0133 † - Alt 0134

‡ - Alt 0135 ‰ - Alt 0137 Š - Alt 0138 ‹ - Alt 0139 Œ - Alt 0140

 - Alt 0141 • - Alt 0149 – - Alt 0150 — - Alt 0151 ™ - Alt 0153

š - Alt 0154 › - Alt 0155 œ - Alt 0156 Ÿ - Alt 0159 ¢ - Alt 0162

© - Alt 0169 ª - Alt 0170 « - Alt 0171 ® - Alt 0174 ¯ - Alt 0175

° - Alt 0176 ± - Alt 0177 ² - Alt 0178 ³ - Alt 0179 · - Alt 0183

¸ - Alt 0184 ¹ - Alt 0185 º - Alt 0186 » - Alt 0187 ¼ - Alt 0188

½ - Alt 0189 ¾ - Alt 0190 À - Alt 0192 Â - Alt 0194 Ã - Alt 0195

Å - Alt 0197 Æ - Alt 0198 È - Alt 0200 É - Alt 0201 Ê - Alt 0202

Ë - Alt 0203 Ì - Alt 0204 Î - Alt 0206 Ï - Alt 0207 Ð - Alt 0208

Ñ - Alt 0209 Ò - Alt 0210 Ô - Alt 0212 Ö - Alt 0214 Ø - Alt 0216

Ù - Alt 0217 Ú - Alt 0218 Û - Alt 0219 Ü - Alt 0220 Ý - Alt 0221

Þ - Alt 0222 ß - Alt 0223 à - Alt 0224 á - Alt 0225 ã - Alt 0227

ç - Alt 0231 è - Alt 0232 ê - Alt 0234 í - Alt 0237 ð - Alt 0240

ñ - Alt 024 ò - Alt 0242 ó - Alt 0243 ô - Alt 0244 õ - Alt 0245

ö - Alt 0246 ÷ - Alt 0247 ø - Alt 0248 ù - Alt 0249 ú - Alt 0250

û - Alt 0251 ü - Alt 0252 ý - Alt 0253 þ - Alt 0254 ÿ - Alt 0255


Catatan
Keyboard : Alt+Numpad, Toshiba: Fn+Alt+NumPad
Selengkapnya : http://www.spike-jamie.com/alt-codes.html

Minggu, November 18, 2007

Yang Mana Desk-nya?

Konon kabarnya di sebuah desa yang terpencil ...

Dalam sebuah rapat gabungan tertutup, setingkat tukang becak ...

Si A :"Saudara-saudara, dalam pertemuan kita kali ini --sebagaimana undangan dalam daun lontar yang telah saudara-saudara terima--, yang akan kita bahas adalah tentang penguatan kelembagaan. Seperti kita ketahui bersama, karena lemahnya lembaga yang kita miliki ini, kita sudah berapa kali mendapatkan serangan sporadis dari kampung sebelah"

Si A : "Mungkin pertama terlebih dahulu yang bisa saya utarakan adalah tentang perlunya sebuah desk dan sudah barang tentu, beserta kelengkapannya. Jadi apa-apa yang kita perlukan minimal hari ini sudah harus fix. Dan mungkin kalau saya boleh memberi sedikit pancingan sekelas hiu, saya bisa memberi contoh: laptop (sudah barang tentu, laptop jaman batu)".

Si B: " Bos, saya rasa itu terlalu mewah, sepertinya kurang tepat tuh. Saya usul gimana kalau yang murah-murah dahulu, misal: PC (Personal Computer bukan Portland Cemen, dan sudah barang tentu PC jaman batu, sekelas mesin ketik)".

Si C: "Saya rasa, ndak masalah deh dengan laptop, dan itu pun bila ada dananya, iya to? Kan enak, kalau ke lapangan bisa langsung nulis "special report"?"

Si D: " OK, saya sepakat. Tapi bagaimana dengan tenaga administrasi? Sepertinya kita sangat lemah dalam sisi ini."

Ya begitu deh dan seterusnya, dan sudah barang tentu laiknya sebuah diskusi, diskusi kali ini juga diselingi adu meja, adu mata, adu asap dan sesekali adu-adu. Mereka-mereka untuk selang beberapa lama beradu argumentasi, tentang kelengkapan sebuah "desk".

Tapi ... (sesekali Mantili menyambar dengan Pedang Setan-nya...ehh...bukan ...notworthy maap ...)

Si Culun: " Ehmmm ... maap, dari tadi kok saya sedikit yang ndak mudeng hypnotized, mungkin ada yang bisa membantu. Betewe, ada yang bisa menjelaskan definisi "desk" kepada saya?"

Mereka-mereka --sesaat-- dengan sedikit terhenyak: " Desk itu ya ... (senyap sejenak, mikir) desk itu ya... MEJA..!! (masih dengan sedikit ragu) yak betul, MEJA!!! (agak mantap setelah mikir-mikir)"

Glek...straightface

si Culun, tetep bingung: "Lah..., bukanya untuk sebuah kelengkapan sebuah meja yang kita perlukan hanyalah taplak dan vas bunga, barangkali?"

Mereka-mereka: "eehhhgg......mungkin perlu diluruskan, maksud desk mungkin adalah ....atwitsend-New!"


(Desk dalam KBBI terbitan Pustaka Phoenix Jakarta: satu: meja; dua: bagian dari suatu organisasi yang mempunyai tugas tertentu)
nailbiting

Minggu, November 04, 2007

Pemburu Kedinginan

Ini adalah kisah lika-liku orang-orang yang kurang kerjaan tapi dengan talenta yang luar biasa dibidangnya. Membunuh! Sasaran pembunuhan bisa berupa hewan atau tanaman. Pembunuhan dilakukan di sekitar kawasan lereng gunung Sumbing atau lebih tepatnya di daerah Ngadirejo Candiroto (ralat atas permintaan Donny biggrin).

Sebagai salah satu penghasil kopi, suasana Ngadirejo sepertinya memang cocok untuk pengisi kegiatan musim dingin. Tempatnya yang tinggi, flora faunanya yang komplit, dan pemandangan yang menakjubkan.

Untuk mencapai tempat itu tidaklah begitu sulit, walaupun terhitung berada agak di pedalaman (dibanding dengan kota kecamatannya, Parakan). Jika dari rumah, bisa ditempuh dengan sepeda motor atau bisa juga kendaraan umum dengan waktu tempuh ± satu jam. Tapi, saya lebih suka ke sana dengan menunggangi kuda besi saya --Si Boy-- yang sudah setia menemani saya lebih dari sepuluh tahun, yaitu sebuah motor dengan merk grand keluaran tahun 94.

Biasanya sebelum ke sana, saya mengkorfimasi dulu dengan rekan-rekan cabang yang ada di daerah per-jakal-an. Apakah ada rencana perburuan untuk musim ini? Dan kalau sudah ada konfirmasi, dan sepakat nembak barulah kita sepakat kapan akan datang ke sana.

Base Camp-nya adalah rumah Doni dan Tole (nama panggilan, aslinya Andri). Persiapan yang diperlukan tidaklah begitu rumit. Paling ya menyiapkan sebuah senapan sharp inova yang sudah tua, satu set pakaian, satu set alat bersih-bersih dan seperti biasa, sebuah pisau victorinox.

Sebagai tempat yang sepi, tempat itu mempunyai beberapa piaraan berjenis anjing, yang walaupun bukan merupakan anjing buru --semacam Doberman-- tetapi lumayan galak juga untuk sedikit membuat saya jiper. Biasanya kalau para anjing itu sudah ribut menyalak, Donny atau Tole , teman saya akan keluar sambil memanggil-manggil piaraannya. Barulah saya bisa lega.

Tole dan Doni adalah kakak beradik yang mewarisi beberapa ladang kopi di daerah Ngadirejo. Mereka hidup bersama seorang ibu --janda-- baik dan belum begitu tua. Sedangkan ayah mereka telah beberapa tahun silam tiada. Tole disini diplot sebagai kakak Doni dan biasanya di tangannya selalu terselip rokok klobot dan selalu akrab menyapa saya dengan panggilan Hi Ro! (nggak pake ™) begitu biasa dia memanggil, dengan sedikit tersenyum.

Setelah bersapa-tegur, ngobrol sana-sini, yang terjadi biasanya adalah acara mempertajam ketrampilan. Acara ini biasanya berisi kegiatan dimana kami saling mengasah ketrampilan masing-masing dalam menembak. Sasaran yang dijadikan ajang latihan adalah botol air minum yang terisi kerikil ( biar tidak terbang-terbang). Dan kemudian botol ini diikat dengan tali pada salah satu ujungnya, baru disangkutkan ke pohon dengan kira-kira tingginya ± 15 m. Dan jujur saja, diantara kita-kita, cara menembak saya adalah yang paling payah. Sedangkan yang terbaik, menurut saya masih dipegang Doni (dengan senapan andalan BSA tua) yang terkadang mengingatkan saya pada Mark Wahlberg, dalam film Shooter,

Setelah itu, biasanya adalah acara nyantai-nyantai, yang bisa di isi dengan bermain musik. Baru pada paginya kita melakukan perburuan, atau kalau dalam istilah kita-kita biasa menyebut hunting suck (karena jarang dapet, cuman dapet capeknya doang).


Pagi-pagi sekali, ketika kami bangun biasanya sudah tersedia beberapa gelas kopi di atas baki menunggu untuk diminum, yang sudah siap sejak kita masih lelap terbuai mimpi. Pembuatnya adalah ibunya si Doni dan sudah pasti dengan kopi original gilingan koperasi.

Sementara itu, dikejauhan terdengar suara raungan CJ7 tua. Ternyata Tole yang sedang menyiapkan kendaraan tempur. Keluarga ini memiliki dua mobil lapangan CJ7 (setir kiri) . Satu mobil dipegang Doni satunya lagi dipegang oleh Tole. Tapi sepertinya, yang masih bertahan sampai sekarang adalah yang punya Tole itu. Ini juga tak luput dari cara dia mempertahankan keawetan mobilnya, salah satu caranya adalah meng-kanibal onderdil-onderdil mobilnya Doni, untuk dipasang dimobilnya.

Setelah semuanya siap, berangkatlah para pemburu kedinginan yang selalu punya slogan "A Hunter Not Just A Killer, Also Traveler "

Sabtu, November 03, 2007

Inspirasi Tidak Datang Dua Kali

Salah dua kelemahan akut yang acap menyerang saya adalah satu: pelupa; dan dua: rasa penasaran. Untuk yang pelupa biasanya saya atasi dengan menuangkan apa yang tersirat pada apa saja bidang tulisan. Bisa sesobek kertas, notpad, bungkus cemilan, tangan, amplop, dll. Dengan harapan kalau saya lupa saya bisa mencari pada media-media tersebut di mana pernah saya tuangkan. Contoh kasus:

  1. Kalau melihat televisi atau VCD/DVD ada nama artis yang saya menaruh minat akan aktingnya, maka langsung saya tuliskanlah nama tersebut, dengan harapan saya bisa mengetikkannya nanti pada kotak google search. Nah apesnya kalau saya lupa di mana saya menuliskannya, maka yang terjadi saya hanya berharap kelak akan menemukannya jika saya bersih-bersih kamar atau memang secara kebetulan menemukannya kembali.
  2. Hari ini mau ngapain ya?

Yang kedua, penasaran. Ini juga tidak kalah akutnya. Bisa-bisa merem-melek dibuatnya (tidur susah, melek juga males) jika penyakit ini datang melanda. Kalau untuk yang ini saya masih belum menemukan obat atau penawarnya. Misal, contoh kasus:
  1. Bisa diambil sama dengan contoh di atasnya. Kalau saya penasaran dengan seorang artis film yang habis saya lihat filmnya (biasanya televisi), padahal saya merasa pernah tahu siapa dia. Dan kebetulan saya lupa melihat namanya pada jajaran artis pendukung (cast). Bisa-bisa dalam tidur yang teringat hanya mencoba melacak namanya.
  2. Kemarin ada artikel seperti itu di mana ya?

Namun, dari dua keakutan itu saya pun tetap berpikir positif dan terkadang juga bersyukur, dan memandangnya sebagai kentungan/kelebihan karena saya juga terkadang merasa diuntungkan oleh dua keuntungan saya tersebut. Misalnya untuk yang pelupa, saya jadi tidak terlalu memikirkan berbagai macam gejala penyakit hati --beda lagi contoh kasusnya-- seperti misal: dendam, sirik, dengki, ghibah, dll. Sedangkan untuk penasanrannya, saya selalu dipaksa untuk menghapus rasa penasaran dengan mencari, mencari, dan terus mencari. Atau kalau kepepet, saya bisa mengandalkan pada kelebihan saya yang pertama, yaitu pelupa.

Kalau sudah begini, saya pun jadi teringat anjing dalam kisah Lucky Luke, Rantanplan.

Rantanplan is the dog who is stupider than his own shadow.

Saya pun mulai khawatir, jangan-jangan memang seperti Rantanplan. Ah, tentu saja tidak, itu kan hanya rekaan.

Dan seperti biasa, akhirnya saya pun hanya bisa teriak-teriak seperti Ian Kasela:

tak akan mungkin malam selamanya gelap
masih ada waktu melakukan yang terbaik
tak ada manusia yg sempurna, oh
cuma hanya bisa melakukan rencana

Jumat, Oktober 12, 2007

Selamat Idul Fitri 1428 H



Senin, Oktober 08, 2007

Foobar2000

Dengerin musik dari dulu gitu-gitu terus. Kalau tidak makai WinAmp, Itunes, JetAudio (seperti iklan spam --katanya), atau kepepetnya WMP .Dan percaya atau ndak, semuanya boros sumber daya. Alhasil, lepi yang emang sudah lemah daya ini jadi krenggosan. Makanya daripada bete (beneran nih bete..serius) nyoba-nyoba yang lain. Komputer kok buat coba-coba.

Jadi inilah dia: Foobar2000.
Bentuknya yang (maap) kluwus, fitur ndek-ndekan, yang pasti asli deh hmmm...ngga sedap dipandang mata. Tapi ternyata, kamu pacaran lagi dengan dirinya teman baikku... Lho kok malah nyanyi. Suaranya lumayan lah. Te-O-Pe-Be-Ge-Te!

Kalau ndak salah masih saudara jauh sama WinAmp. Mirip-mirip gitu.

foobar2000 is a freeware audio player for Windows developed by Peter Pawlowski, a former freelance contractor for Nullsoft.


Berminat? Langsung ke sini : http://www.foobar2000.org/

* saur...saur..saur..!

Jumat, September 21, 2007

Sotrek-menyotrek

Salah satu hobi saya yang selama ini terabaikan adalah apa yang disebut dengan sotrek-menyotrek, atau dengan kata lain yang lebih keren yaitu fotografi. Dalam hal ini, pengalaman saya memang tidaklah banyak, disatu sisi karena basic saya bukan bagian fotografi dan rekans' dan di lain sisi karena secara defacto saya memang tidak punya kamera pribadi. Jadi bagaimana ceritanya kok saya bisa kenal foto-memfoto?

Diawali dari hobi sodara saya yang emang suka foto-memfoto, dari cara dia memperlakukan kamera, mempermak hasil jepretan, dan juga termasuk caranya mengambil angel jepretan (menyatukan jari telunjuk dan jempol kedua tangan sehingga membentuk frame sambil memicingkan sebelah mata) yang terlihat seperti orang sinting. Dari situlah awal ketertarikan saya, menjadi sebagian dari orang sinting..canda. Tapi disamping itu, ada lagi satu yang penting dan yang terutama, adalah filosofi dia tentang fotografi itu sendiri yaitu "sesuatu akan nampak beda dilihat dari mata kamera" (memangnya kamera punya mata ya? biggrin).

Perkenalan saya pertama kali yang bisa disebut (agak) serius mungkin dengan kamera Pentax SLR jaman dulu (lupa serinya, tapi yang pasti culun modelnya). Ini saya lakukan pada saat kelas satu SMA. Namanya learning by doing, kekacauan tentu tak terelakkan, dari korban film roll-rollan, gagal melepas negatif film, sampai pengaturan cahaya dan kecepatan pun saya tidak tahu. Hafalnya hanya f5,6 s:60. Pokoknya yang bisa saya lakukan ya njepret aja, alias asal njepret (ngga pake karet atau kolor tapi.. biggrin).

Kemudian pada saat-saat kuliah, perkenalan saya meningkat pada kamera yang (menurut saya) lebih canggih dikit, yaitu Nikon F601. Dari sini saya agak terbantu dengan kemampuan auto focus Nikon ini, jadi saya tidak perlu pusing-pusing mencari titik fokus, yang saya perhatikan tinggal pada pengaturan kecepatan dan diafragma (ini pun sebenarnya bisa otomatis). Ya, lebih enak memang, tapi tetep .. hasilnya parah (mungkin bisa dilihat pada header blog ini, itulah salah satu hasil jepretannya).

Kemudian perkenalan saya lanjutan pada apa yang disebut pada kamera digital. Kamera digital yang pertama saya sentuh adalah Mercury DigitalCam Pro, hasil contoh ada di fliker sini. Namayan juga kamera digital (poket lagi), ini lebih enak tata cara pengambilannya, tapi tetep, asal jepret! Lumayan bertahan agak lama pakai yang ginian ini.

Dan terakhir, sakarang saya sedang menaruh minat pada kamera Olympus Fe115 , yang hasilnya bisa dilihat di samping. Lumayan kan? (parahnya.. biggrin)

Sedikit ulasan Olympus FE115 sejauh tangan memegang:

Kelebihan:
- bisa super macro
- bisa panorama
- bonus Olympus master --on CD yang berserial number-- untuk editing dan lain-lain, tapi yang paling penting adalah menyatukan produk panorama.

kekurangan:
- hasil rekam filemnya (avi) tidak ada suara
- Seperti disebutkan dalam manual, panorama hanya dapat dilakukan khusus dengan Olympus xD card.
- Ada beberapa fungsi yang lain yang didukung Olympus Master ternyata juga meminta serial number xD-card.
- Dibutuhkan dua serial number, satu untuk CD-nya dan satu untuk xD-card-nya.

kesimpulan:
- cocok untuk yang fokus pada foto-memfoto saja (tampa rekam suara dll yang sudah disebutkan diatas)
- terlalu repot dengan banyaknya permintaan serial number.
- bentuknya kurang kecil (susah di dimasukkan kantong pakaian)
- pengambilan tanpa blitz atau slow speed dan tanpa tripod menuntut kondisi badan fotografer dalam keadaan prima (agar foto tidak blur).
- xD-card meminta suplai energy setrum yang lumayan gede.

Catetan:

- Nyontek punya-nya : Ryosaeba
- Semua kamera yang telah disebutkan adalah pinjaman! biggrin