Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 23, 2018

Menyembunyikan menu boot

Untuk menyembunyikan boot menu bisa menggunakan langkah-langkah yang ada di sini, dengan mengetikkan di terminal

sudo nano /etc/default/grub
sehingga menjadi seperti gambar di bawah ini:



Setelah itu lakukan sudo update-grub

Boot rusak

Untuk mengatasi boot rusak setelah update kernel bisa menggunakan Boot-Repair. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

sudo add-apt-repository ppa:yannubuntu/boot-repair
sudo apt-get update
sudo apt-get install -y boot-repair && boot-repair

Dan tentu saja hal itu dilakukan dari live USB.

Rabu, Agustus 29, 2018

Selasa, Agustus 28, 2018

Install Dokuwiki

Mencoba install dokuwiki dan berhasil. Tentu saja menemui beberapa kendala. Saya tidak yakin di mana kendalanya tapi kira-kiranya akan saya tulis di bawah. Sebelumnya spesifikasi yang saya gunakan adalah sebagai berikut

  1. OS  Linux Mint 19 Tara 64-bit
  2. Versi apache: Apache/2.4.29 (Ubuntu)
  3. Versi php: 7.2.7-0ubuntu0.18.04.2
Tahapan install:
  1. Install apache
  2. Install php
  3. Unduh dokuwiki yang versi stabil di sini
  4. Extrak file hasil unduh, ditaruh /var/www/html/ sesuai petunjuk dari sini (saya menemui kesalahan ketika menaruhnya di /var/www/)
  5. Buka terminal, sesuai petunjuk di sini, pindah ke direktori /var/www/html/dokuwiki ketikkan perintah: chmod -R 777 data/ ; chmod -R 777 lib/ ; chmod -R 777 conf/
  6.  Buka terminal, ketikkan sudo a2enmod rewrite (entah ini ngaruh atau ngga dan lupa dapat dari mana) 
  7. Rename .htaccess.dist (hidden file) menjadi .htaccess (ngga tau juga ini ngaruh atau ngga)
  8. Ubah config 000-default.conf seperti petunjuk di sini menjadi:
    <Directory /var/www/html/dokuwiki>
                order deny,allow
                allow from all
            </Directory>
    
            <LocationMatch "/(data|conf|bin|inc)/">
                order allow,deny
                deny from all
                satisfy all
            </LocationMatch>
     (ngga tau juga ding ini ngaruh atau ngga)
  9. Ketik di browser http://localhost/dokuwiki/install.php
  10. Masuk konfigurasi dokuwiki dan selesai
Semoga bener, maaf kalau agak kacau dan ada salah-salah nulisnya. Sepertinya itu tidak lebih dari rangkuman dari ini, cuman dibahasa-Indonesiakan dan biar bisa menjadi pengingat saja, terutama pada peletakan folder dokuwiki.

Minggu, Oktober 30, 2011

(Pernah) Iklan operator seluler SLI

Kuambil gitar dan mulai memainkan.

Lama sudah tak main gitar. Senar-senarnya mulai tua, suaranya jadi lemes. Sembari nyetem gitar, kok ada suara hujan, kan jadi agak saingan. Mencetnya dikenceng-kencengin biar suaranya kedengaran. Suara berikut (dulu) adalah suara iklan salah satu operator SLI. Suara ini biasa saya buat nyetem gitar. Suara latar adalah suara hujan yang sedang deras-derasnya makanya agak gemuruh.


Gambar dari flickr. Sebenarnya ngga pas juga karena gambarnya terang-benderang tapi suara latar kok hujan deras-benderas. Akan tetapi, dari pada ngga bisa upload wma ke blogger, beginilah solusinya.



Minggu, Oktober 23, 2011

Nge-lomo

1. GIMP
2. Elsamuko script GIMP
3. Ekstrak ke folder script. Misal: /home/user/.gimp-2.6/scripts (dalam hal ini Linux Mint).
4. Anggap saja gambar & lainnya sudah siap.

5. Crop gambar menjadi bujur sangkar.









7. Filters > Decor > Antique Photo Border





8. Merge visible layers





9. Filters (lagi) > Light and shadow > Lomo



10. Colors > XPro Green



14. Merge visible layers (lagi)



15. Selesai.

Sabtu, September 12, 2009

Super macro dengan menggunakan kamera ponsel

Untuk menjadikan sebuah kamera ponsel sebagai kamera super macro dapat dilakukan dengan sedikit trik yang bisa dianggap lumayan ekstrim.

Bahan yang diperlukan adalah lensa dvd/cd player biasa atau dvd/cd rom.

Pastikan bahwa benda-benda tersebut memang sudah rusak dan tidak terpakai. Baru setelah itu bolehlah dibongkar. Untuk sesi pemotretan, jangan lupa siapkan pencahayaan yang cukup karena titik fokus sangat tipis ± 2mm

Pada eksperimen ini menggunakan lampu led dan obyek yang dipakai adalah kain, koran, novel, sampul kaset, cukai tembakau, sampul kartu prabayar, monitor dan lain-lain. Alat yang dipakai cd rom samsung bekas minta di tukang reparasi dan hp nokia 3500c 2 mpx.



Contoh dibawah berasal dari sampul belakang sebuah novel.

Nokia3500c055Nokia3500c056Nokia3500ctaNokia3500c060Nokia3500c061Nokia3500c062Nokia3500c063

Contoh dibawah berasal dari cukai tembakau

cukai tembakaucukai tembakaucukai tembakau

Contoh dibawah berasal dari ikon pensil pada yahoo toolbar


yahoo toolbaryahoo toolbaryahoo toolbaryahoo toolbar.


sumber: http://www.diyphotography.net

Senin, Desember 10, 2007

Negeri Di Awan

Untuk mendiskripsikan/mengungkapkan sebuah tempat /perasaan memang susah, tapi tetap dicoba biggrin dan bisa dengan beberapa cara. Beberapa contohnya adalah berikut ini:

1. Ungkapkan dengan puisi

sibak kabut merengkuh takut
angin menjepit menjerit sakit
terhimpit bukit angkuh runtuh
berkilap nur terjang kabut pedut
halau maut tengah kalut cancut

daun ranting meringis nangis
tatap lumpur tak acuh melirik sirik
titik peluh melingkar gahar
longgar membongkar menggurat
menoreh wajah lelah
jalar jalan kian jauh

sibak bukit serupa sesepuh lumpuh
pekat hitam malalap silau redup
raut sang surya garang meradang
murung merenung tanggung gemulung
gunung tegar menghampar segar


2. Ungkapkan dengan karangan, misalnya di bawah ini:

Tinggi tempat itu tak membuat kami --tukang ojek dan penumpangnya (saya)-- menyerah begitu saja menerjang jalan yang menjulang tinggi. Jalan sempit selebar kira-kira satu meter --tersusun dari batu-batu gunung (sistem Telford/rolak)-- tidaklah membuat surut. Memang dingin dan gelap susana saat itu. Tebal kabut menutup jalanan hampir sejauh sepuluh meter.

Di sekeliling, nampak pohon pinus yang besar-besar. Sepertinya ini memang masih hutan perawan. Lagian siapa juga yang mau menggrandong di ketinggian segini. Belum lagi kalau terkena resiko kepergok warga setempat. Pokonya lebat dan rindang. Kalau sudah begini lupa deh sama semua tetek-bengek.

Hutan lebatnya membuat saya dapat menghirup oksigen sepuas-puasnya. Pohon-pohon pun nampak menyeringai, seolah ngledek. "Mau nyedot asap knalpot sampai puas juga silakan, ntar gua dah yang ngatasin karbonnya smug"


Kata Pak Kades, jalan ini memang hendak ditujukan bagi para pendaki gunung. Saya pikir gila juga idenya. Walau tidak begitu inovatif, tapi kreatif. Sepertinya di lereng Tengger juga ada sih. "Ngangkut batu saja pakai motor mas". Weh, busyet. Kalau bukan tekat kuat masyarakat setempat, mungkin sulit jadi juga itu jalan.

Beberapa motor memang terlihat sudah dimodifikasi supaya kuat menghadapi medan berat. Kebanyakan memang motor honda cowok yang dimodif. Ketika saya nanya "kalau motor cewe?" "Ya kuat mas, hanya saja sekali naik paling juga jebol."


Ketika kami barhenti, tempat itu bukanlah ending-nya. Masih se-unyil jalan saja. Untuk benar-benar sampai akhir jalan --end of the road ciee..-- masih jauh. Tapi segitu saja sudah membuat puas kok. Segernya.*


3. Dengerin lagunya Katon Bagaskara: Negeri Di Awan atau bisa juga lagunya Nicky Astria: Jangan Ada Angkara (maksa biggrin )
...
jangan lagi ada angkara
demi damai jiwaku
jangan lagi ada prasangka
yang kan menyiksamu
demi cinta kita

begitu banyak jalan berliku
jangan luruhkan tegarnya hatimu
dan ku akan kembali setiap langkahmu
bersamaku
...


4. Lihat saja fotonya


terhimpit bukit

Minggu, November 04, 2007

Pemburu Kedinginan

Ini adalah kisah lika-liku orang-orang yang kurang kerjaan tapi dengan talenta yang luar biasa dibidangnya. Membunuh! Sasaran pembunuhan bisa berupa hewan atau tanaman. Pembunuhan dilakukan di sekitar kawasan lereng gunung Sumbing atau lebih tepatnya di daerah Ngadirejo Candiroto (ralat atas permintaan Donny biggrin).

Sebagai salah satu penghasil kopi, suasana Ngadirejo sepertinya memang cocok untuk pengisi kegiatan musim dingin. Tempatnya yang tinggi, flora faunanya yang komplit, dan pemandangan yang menakjubkan.

Untuk mencapai tempat itu tidaklah begitu sulit, walaupun terhitung berada agak di pedalaman (dibanding dengan kota kecamatannya, Parakan). Jika dari rumah, bisa ditempuh dengan sepeda motor atau bisa juga kendaraan umum dengan waktu tempuh ± satu jam. Tapi, saya lebih suka ke sana dengan menunggangi kuda besi saya --Si Boy-- yang sudah setia menemani saya lebih dari sepuluh tahun, yaitu sebuah motor dengan merk grand keluaran tahun 94.

Biasanya sebelum ke sana, saya mengkorfimasi dulu dengan rekan-rekan cabang yang ada di daerah per-jakal-an. Apakah ada rencana perburuan untuk musim ini? Dan kalau sudah ada konfirmasi, dan sepakat nembak barulah kita sepakat kapan akan datang ke sana.

Base Camp-nya adalah rumah Doni dan Tole (nama panggilan, aslinya Andri). Persiapan yang diperlukan tidaklah begitu rumit. Paling ya menyiapkan sebuah senapan sharp inova yang sudah tua, satu set pakaian, satu set alat bersih-bersih dan seperti biasa, sebuah pisau victorinox.

Sebagai tempat yang sepi, tempat itu mempunyai beberapa piaraan berjenis anjing, yang walaupun bukan merupakan anjing buru --semacam Doberman-- tetapi lumayan galak juga untuk sedikit membuat saya jiper. Biasanya kalau para anjing itu sudah ribut menyalak, Donny atau Tole , teman saya akan keluar sambil memanggil-manggil piaraannya. Barulah saya bisa lega.

Tole dan Doni adalah kakak beradik yang mewarisi beberapa ladang kopi di daerah Ngadirejo. Mereka hidup bersama seorang ibu --janda-- baik dan belum begitu tua. Sedangkan ayah mereka telah beberapa tahun silam tiada. Tole disini diplot sebagai kakak Doni dan biasanya di tangannya selalu terselip rokok klobot dan selalu akrab menyapa saya dengan panggilan Hi Ro! (nggak pake ™) begitu biasa dia memanggil, dengan sedikit tersenyum.

Setelah bersapa-tegur, ngobrol sana-sini, yang terjadi biasanya adalah acara mempertajam ketrampilan. Acara ini biasanya berisi kegiatan dimana kami saling mengasah ketrampilan masing-masing dalam menembak. Sasaran yang dijadikan ajang latihan adalah botol air minum yang terisi kerikil ( biar tidak terbang-terbang). Dan kemudian botol ini diikat dengan tali pada salah satu ujungnya, baru disangkutkan ke pohon dengan kira-kira tingginya ± 15 m. Dan jujur saja, diantara kita-kita, cara menembak saya adalah yang paling payah. Sedangkan yang terbaik, menurut saya masih dipegang Doni (dengan senapan andalan BSA tua) yang terkadang mengingatkan saya pada Mark Wahlberg, dalam film Shooter,

Setelah itu, biasanya adalah acara nyantai-nyantai, yang bisa di isi dengan bermain musik. Baru pada paginya kita melakukan perburuan, atau kalau dalam istilah kita-kita biasa menyebut hunting suck (karena jarang dapet, cuman dapet capeknya doang).


Pagi-pagi sekali, ketika kami bangun biasanya sudah tersedia beberapa gelas kopi di atas baki menunggu untuk diminum, yang sudah siap sejak kita masih lelap terbuai mimpi. Pembuatnya adalah ibunya si Doni dan sudah pasti dengan kopi original gilingan koperasi.

Sementara itu, dikejauhan terdengar suara raungan CJ7 tua. Ternyata Tole yang sedang menyiapkan kendaraan tempur. Keluarga ini memiliki dua mobil lapangan CJ7 (setir kiri) . Satu mobil dipegang Doni satunya lagi dipegang oleh Tole. Tapi sepertinya, yang masih bertahan sampai sekarang adalah yang punya Tole itu. Ini juga tak luput dari cara dia mempertahankan keawetan mobilnya, salah satu caranya adalah meng-kanibal onderdil-onderdil mobilnya Doni, untuk dipasang dimobilnya.

Setelah semuanya siap, berangkatlah para pemburu kedinginan yang selalu punya slogan "A Hunter Not Just A Killer, Also Traveler "

Senin, Oktober 08, 2007

Foobar2000

Dengerin musik dari dulu gitu-gitu terus. Kalau tidak makai WinAmp, Itunes, JetAudio (seperti iklan spam --katanya), atau kepepetnya WMP .Dan percaya atau ndak, semuanya boros sumber daya. Alhasil, lepi yang emang sudah lemah daya ini jadi krenggosan. Makanya daripada bete (beneran nih bete..serius) nyoba-nyoba yang lain. Komputer kok buat coba-coba.

Jadi inilah dia: Foobar2000.
Bentuknya yang (maap) kluwus, fitur ndek-ndekan, yang pasti asli deh hmmm...ngga sedap dipandang mata. Tapi ternyata, kamu pacaran lagi dengan dirinya teman baikku... Lho kok malah nyanyi. Suaranya lumayan lah. Te-O-Pe-Be-Ge-Te!

Kalau ndak salah masih saudara jauh sama WinAmp. Mirip-mirip gitu.

foobar2000 is a freeware audio player for Windows developed by Peter Pawlowski, a former freelance contractor for Nullsoft.


Berminat? Langsung ke sini : http://www.foobar2000.org/

* saur...saur..saur..!

Jumat, September 21, 2007

Sotrek-menyotrek

Salah satu hobi saya yang selama ini terabaikan adalah apa yang disebut dengan sotrek-menyotrek, atau dengan kata lain yang lebih keren yaitu fotografi. Dalam hal ini, pengalaman saya memang tidaklah banyak, disatu sisi karena basic saya bukan bagian fotografi dan rekans' dan di lain sisi karena secara defacto saya memang tidak punya kamera pribadi. Jadi bagaimana ceritanya kok saya bisa kenal foto-memfoto?

Diawali dari hobi sodara saya yang emang suka foto-memfoto, dari cara dia memperlakukan kamera, mempermak hasil jepretan, dan juga termasuk caranya mengambil angel jepretan (menyatukan jari telunjuk dan jempol kedua tangan sehingga membentuk frame sambil memicingkan sebelah mata) yang terlihat seperti orang sinting. Dari situlah awal ketertarikan saya, menjadi sebagian dari orang sinting..canda. Tapi disamping itu, ada lagi satu yang penting dan yang terutama, adalah filosofi dia tentang fotografi itu sendiri yaitu "sesuatu akan nampak beda dilihat dari mata kamera" (memangnya kamera punya mata ya? biggrin).

Perkenalan saya pertama kali yang bisa disebut (agak) serius mungkin dengan kamera Pentax SLR jaman dulu (lupa serinya, tapi yang pasti culun modelnya). Ini saya lakukan pada saat kelas satu SMA. Namanya learning by doing, kekacauan tentu tak terelakkan, dari korban film roll-rollan, gagal melepas negatif film, sampai pengaturan cahaya dan kecepatan pun saya tidak tahu. Hafalnya hanya f5,6 s:60. Pokoknya yang bisa saya lakukan ya njepret aja, alias asal njepret (ngga pake karet atau kolor tapi.. biggrin).

Kemudian pada saat-saat kuliah, perkenalan saya meningkat pada kamera yang (menurut saya) lebih canggih dikit, yaitu Nikon F601. Dari sini saya agak terbantu dengan kemampuan auto focus Nikon ini, jadi saya tidak perlu pusing-pusing mencari titik fokus, yang saya perhatikan tinggal pada pengaturan kecepatan dan diafragma (ini pun sebenarnya bisa otomatis). Ya, lebih enak memang, tapi tetep .. hasilnya parah (mungkin bisa dilihat pada header blog ini, itulah salah satu hasil jepretannya).

Kemudian perkenalan saya lanjutan pada apa yang disebut pada kamera digital. Kamera digital yang pertama saya sentuh adalah Mercury DigitalCam Pro, hasil contoh ada di fliker sini. Namayan juga kamera digital (poket lagi), ini lebih enak tata cara pengambilannya, tapi tetep, asal jepret! Lumayan bertahan agak lama pakai yang ginian ini.

Dan terakhir, sakarang saya sedang menaruh minat pada kamera Olympus Fe115 , yang hasilnya bisa dilihat di samping. Lumayan kan? (parahnya.. biggrin)

Sedikit ulasan Olympus FE115 sejauh tangan memegang:

Kelebihan:
- bisa super macro
- bisa panorama
- bonus Olympus master --on CD yang berserial number-- untuk editing dan lain-lain, tapi yang paling penting adalah menyatukan produk panorama.

kekurangan:
- hasil rekam filemnya (avi) tidak ada suara
- Seperti disebutkan dalam manual, panorama hanya dapat dilakukan khusus dengan Olympus xD card.
- Ada beberapa fungsi yang lain yang didukung Olympus Master ternyata juga meminta serial number xD-card.
- Dibutuhkan dua serial number, satu untuk CD-nya dan satu untuk xD-card-nya.

kesimpulan:
- cocok untuk yang fokus pada foto-memfoto saja (tampa rekam suara dll yang sudah disebutkan diatas)
- terlalu repot dengan banyaknya permintaan serial number.
- bentuknya kurang kecil (susah di dimasukkan kantong pakaian)
- pengambilan tanpa blitz atau slow speed dan tanpa tripod menuntut kondisi badan fotografer dalam keadaan prima (agar foto tidak blur).
- xD-card meminta suplai energy setrum yang lumayan gede.

Catetan:

- Nyontek punya-nya : Ryosaeba
- Semua kamera yang telah disebutkan adalah pinjaman! biggrin