Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 11, 2010

Mengganti AC Adaptor DIR 300 dengan Power Supply PC

Ketika hujan tiba dan petir menyambar-nyambar pada waktu yang lalu, beberapa peralatan keras terkena imbasnya. Mereka adalah antara lain ADSL router merk articonet (gratisan dari telkom) dan DIR 300 (beli sendiri). Kalau articonetnya emang disinyalir mati beneran, sedangkan DIR 300 hanya adaptornya (prediksi sementara). Untuk itu, segeralah saya keliling kota untuk mencari penggantinya.

Pertama-tama mencari pengganti Modem ADSL dan dapat gantinya merk TP Link (di toko adanya hanya itu dan itupun sepertinya tinggal sisa-sisa). Sementara itu, untuk DIR 300-nya saya pusing beneran, walaupun sebenarnya warranty-nya masih bunyi, tapi karena satu dan lain hal saya males berurusan sama yang namanya warranty-warranty-an gitu, berakibat membuat saya tetap pusing (walau ada warranty-nya). Dan nasib DIR 300 masih menggantung.

Tiap kali mau konek harus uncluk-uncluk gotong laptop mendekati sumbernya, kan ya capek deh, maka saya pun berupaya lagi keliling kota untuk cari adaptor-adaptoran. Tapi sayangnya usaha saya tidak menemukan hasil, beberapa tukang servis yang saya mintai keterangan cenderung angkat tangan dan atau geleng kepala. Lha njuk piye?!!!


Bongkar-bongkar kardus akhirnya menemukan sebongkah power supply yang wujudnya sudah nggilani alias karatan. Hehehehe... batin saya, dicoba ah. Mula-mula biasa saja, lama-lama pusing. Adaptor DIR 300 input-nya 5V - 1.2 A, sedangkan seingat dan setahu saya dulu kalau power supply itu output-nya 12 V (dan saya keliru).

Entah kebetulan entah disengaja, ketika membongkar kardus, bersamaan dengan pencarian power supply, saya menemukan juga ada cd rom (yang selamat dari kekejaman memenuhi ambisi) bekas, dan di belakangnya menyebutkan angka 5 V untuk yang kiri dan 12 V untuk yang kanan. Untuk membuktikannya saya ambil multitester dan saya colok yang merah dan hitam, hupla 5 Volt!

Langkah selanjutnya potong jack adaptor mana entah punya siapa dan dimasukkan, dan ternyata lampu-lampu indikator DIR 300 itupun nyala semua. Entah bertahan berapa lama kondisi seperti ini, belum teruji, tapi yang jelas memang jadi semrawut. Ilustrasi ada di bawah ini:

P1110001P1110003P1110004P1110095P1110096P1110097

Minggu, Agustus 02, 2009

Speedy Link Down

speedy link downEnaknya punya koneksi dengan basis jaringan yang sama dengan orang lain adalah bisa segera mengetahui atau paling tidak membuat prediksi jika ada kejanggalan-kejanggalan atau ketidakberesan. Misalnya ketika tadi pagi pengelola "Free Internet 14.00 - 7.00" menanyakan siapa gerangan pihak yang berwenang utak-atik acces point, saya jawab aja ngga tahu. Baru setelah saya coba-coba cek koneksi ke speedy, barulah bisa diprediksikan, bahwasannya yang bertanggung jawab ya speedynya itu. Meski tidak secara langsung ke acces point-nya.

Kejadian ini berlangsung kira-kira selama 2,5 jam lamanya dan ... sering.

Jumat, Juli 31, 2009

Free Internet 14.00 - 7.00

perang hot spot
Hotspot gratis dari jam dua siang sampai jam tujuh pagi untuk masyarakat sekitar sini.

Terima kasih kepada tetangga sebelah.

Senin, Desember 01, 2008

Client bridge dengan DIR-300


Setelah pusing hampir banyak keliling, akhirnya (Alhamdulillah) bisa juga membuat bridge pada D-Link DIR-300 dengan menggunakan dd-wrt yang ternyata memang sudah support. Firmware yang digunakan adalah : DD-WRT v24-sp1 yang khusus buat D-300.

Kebutuhan:
1. DD-WRT v24-sp1 firmware (include ap61.ram, ap61.rom, dir300-firmware.bin, flashing.txt, linux.bin, tftpsrv.zip yang kemudian disebut all in one);
2. putty kalau belum punya bisa di-download di sini dan;
3. Maaf, dalam hal ini WinO$ blushing.

Prosedur
1. Download DD-WRT firmware (all in one) DIR-300 seperti yang telah disebutkan yaitu di sini
2. Flashing DIR-300 sesuai prosedur yang ada di sini

Sedikit tambahan saat reboot (karena saya pusing pada bagian ini) :
a. Cabut kabel (UTP dan power) DIR-300;

b. Beralih ke alat setting, setting IP (komputer/laptop/apapun mesinnya) di statis IP 192.168.20.80/255.255.255.0;

c. Kembali ke DIR-300 lagi (yang tanpa kabel apapun), tancapkan UTP ke colokan yang menuju ke Internet (biasanya ini masuk ke modem ADSL bila make modem) ke ethernet komputer/laptop/apapun mesinnya (yang ipnya sudah diset statis tadi);

d. (Bagian paling lumayan sulit bila dilakukan sendirian) Pencet tombol reset (masih dalam keadaan DIR-300 tewas) baru kabel setrum/powernya di colokkan. Tahan reset sampai + 30 detik;

e. Hidupkan TFTP dan juga putty-nya, dengan ketentuan semua file (all in one, termasuk hasil ekstraksi) yang tadi telah di download dari di sini diletakkan dalam satu folder. Supaya jelas lihat gambar.


3. Selanjutnya kembali ikuti langkah di sini (sama saja balik ke point 2 ding biggrin), dan seterusnya sama persis sama yang disana.

Dengan hasil akhir agak berbeda (atau mungkin sama saja) yang catatannya di simpen di sana.

Karena sejauh ini baru sampai tahapan FLASHING (catet) maka mari kite kembali ke judul.

Wokeyy!!! whew!(kesel jah..)

Untuk nyeting DIR-300 dengan firmware baru yaitu DD-WRT v24-sp1 supaya dapat dijadiin bridge, maka selanjutnya ikuti langkah langkah berikut.... ngga ah, capek ngetik, mending ke sana saja yabiggrin.

tembakan layar dd-wrt di DIR-300:



Sekian.


Rabu, Agustus 27, 2008

Mengamankan hasil streaming biar tidak mubazir

Mau film-film yang telah ditonton –misal di: youtube.com, google video, yahoo video atau mungkin bahkan di liputan6, dll– tidak mubazir? ikuti langkah-langkah sederhana berikut.

Eh iya, walau sederhana tapi sedikit ketrampilan ctrl+C, ctrl+v, dan alt+tab mungkin sedikit diperlukan. Uji sederhana ini dilakukan dengan menggunakan Mozilla firefox dan Opera dan OS-nya Win XP, dan belum dicoba dengan browser dan OS lain, selain yang disebutkan biggrin

Mozilla FF

1. Buka video yang ingin ditonton. OK? tonton sampai selesai!! biggrin

2. Ketik di address bar:
- about:cache --> enter/go

3. Seleksi/klik dua kali itu alamat yang ada di:
- about:cache: [foldernya] --> klik kanan, copy/salin atau ctrl+c

bungker


4. Pencet
- Win+R atau yang lebih dikenal kotak run
- paste/tempel hasil copy-an/salinan no.3 --> Enter/return

mbuh

5. Muncullah lokasi folder si film bersembunyi –jangan bengong:

- copy/salin atau ctrl+c, file yang kira² besar/layak menjadi tersangka ukuran file film –kira² aja lo ya biggrin

persembunyian

5. Cari folder tempat mengamankan
- terus klik kanan paste/tempel atau Ctrl+V


6. Rename (semaunya) + .flv (titik ef-el-ve)

rename

7. Mainkan!!!

8. Sudah pasti diperlukan player untuk muter film-film tersebut, dan itu bisa menggunakan VLC atau kalau mau praktis bisa menggunakan K-light atau kalau masih kurang puas silakan pilih sendiri

9. Sedikit lagi:
- Opera: opera:config#UserPrefs|CacheDirectory4
- Mungkin bisa lebih praktis menggunakan FDM terbaru, atau alat download lainnya, tapi ntah mengapa saya lebih safe menggunakan cara ini –mungkin sudah kebiasaan biggrin
- paling tidak itulah sedikit penjelasan kenapa bisa terjadi kejadian seperti ini
- bisa dicoba contoh: ini atau ini (yang terakhir ndak recommended)

Merdeka....... !!!

belum.....


ilustrasi:




kangen proxl happy

Minggu, April 27, 2008

Pesta 3G

Sesekali, sebagai wong ndeso saya dapat menikmati 3G (selanjutnya akan saya sebut dengan telungge). Jadi critanya ini hari saya sedang di Semarang, sekitar taman KB-lah. Kemudian saya test dengan speed test dengan arah sasaran Seattle, sedangkan piranti pendukung adalah GlobeTrotter dapat saya perolehan hasil sementara adalah sebagai berikut:
(gambar)


Dan saya pun (sementara) puas!

Sementara itu teman saya malah sedang kesusahan dengan proxl-nya. Hp motorolanya (C 381) tidak dapat mendial ke proxl. Entah kenapa saya asli ndak tau. Tapi kata temen saya itu, untuk operator lain bisa, yaitu telkomsel.

Nah, jadi di satu sisi saya sementara terpuaskan (ntar kalau dah pulang juga ngga bisa lagi kan?),namun di sisi lain, teman saya terpinggirkan. Nah, di sini saya cuma ikut mengutarakan aspirasi saja. "Kenapa prox?" pertanyaannya. Di satu sisinya lagi, proxl kapan telungge-nya sampe ndeso?




Jumat, April 25, 2008

Email baru (lagi)

Ketika mendapatkan tawaran dari Koen (seperti manggil nama sendiri thinking) aka Kuncoro++ aka K++ dan aka lain sebagainya --tepatnya di sini-- untuk mendapatkan email di mail at kuncoro dot com, tentu saja tanpa pikir panjang langsung saya samber kesempatan itu (sudah barang tentu setelah tawaran itu dibaca dan daftar beberapa hari dari hari setelah tawaran itu dibacabiggrin).

Di bawah ini tampilannya:Ada sedikit lagi woro-woro di sini:

Ini diusahakan sebisa mungkin untuk jalan sebaik mungkin seumur hidup. Namun tidak ada pihak yang bisa dituntut atas diskontinuitas layanan


Selain itu, sesuai dengan:

...masih banyak kursi tersisa (493 lagi). Tenang, nggak perlu buru2 :). Kalau kebetulan punya marga Kuncoro dengan 20 anggota keluarga, daftarkan saja semuanya :)


Sepertinya masih ada peluang untuk ikutan bagi anda sesama penyandang nama kuncoro, silakan kalau mau ikutan.

Sekali lagi diucapkan terima kasih atas di-approve-nya email saya notworthy

Kamis, Desember 27, 2007

Hujan deras dan Pro XL


Kemarin malam hujannya deras skali. Dingin. Petir menyambar-nyambar ketambah proxl tidak konek. Prox..prox..yuhuu..how are you.. Mati sampai hampir tiga jam. Mau ngapa-ngapain jadi tidak semangat. Akhirnya utak-atik ini itu. Setelah proxl konek, attach hasil utak-atik yang tidak karuan. Begitu di send, malah balik lagi, tidak nyampe. Ternyata salah alamat.

Bagaimana kinerjanya, apakah ada hubungan atau tidak antara bts, satelit, cumulus nimbus, petir, hujan deras dan lainnya, tidak tahu. Tapi sepertinya hampir pasti begitu, setiap hujan deras plus petir menyambar, mesti putus hubungan. Tertera hanyalah "melayani panggilan darurat saja". Apa takut tersambar petir atau malah memang sudah tersambar petir, atau shock dengar suara petir.

Malam ini malah sebaliknya, tak ada hujan tak ada petir --dinginnya tetep-- tapi kok lihat acara tv --nonton tv gara-gara koneksi hidup segan mati tak mau-- isinya berita banjir melulu. Atau karena pas sedang nonton tv pas acaranya banjir? Atau memang sedang musim?

Terbersit, sepertinya antara proxl, hujan deras, dan petir menjadi salah ciri khas kalau mau ada apa-apa. Ada apanya. Dan, saya ngantuk banget juga sepertinya pertanda kalau saya memang mesti tidur.

Koneknya kelamaan sih, jadi ngantuk. yawn

Malem prox ... eh, pagi ding.

Minggu, Desember 23, 2007

Mesin Pencari Pembunuh Google

Adakah mesin pencari pembunuh Google?


Sepertinya ada, tapi ntar dulu, saya tidak akan kasih tau. Lagian mbahasnya dari sisi bahasa apa juga bingung. Ada Yahoo, ada Ask, Ada Answers, ada Polycola (persisnya "juri" mesin pencari antara Yahoo dan Google) dan banyak lainnya. Secara fakta saya banyak menggunakan Google dan Yahoo seperti terlihat di sidebar. Makanya sidebarnya ada dua mesin pencari, biar tidak menimbulkan kecemburuan satu sama yang lain.

Terus, apakah Yahoo lebih good dari Google? Saya rasa tidak , masih jauh lebih pinter Google. Tapi disatu sisi, terkadang saya make Yahoo karena ngawurnya yang hampir sama dengan saya (banyakan saya ngawurnya). Di Yahoo, apa yang di jamah oleh crwlnya jika ditanyain, di kasih hampir semua, sampai-sampai saya tidak tau mana yang penting dan ngga penting. Tampilannya juga asik, walau terkadang terkesan norak dan menuh-menuhin tempat. Dan seterusnya.

Ada lagi mesin pencari keluaran China (sepertinya sudah lama ini, mungkin sejak Google di blokir sama China). Tapi kalau makai ini baiknya di translate, karena saya sendiri tidak paham bahasa Cina. Yodao terlihat memang mirip dengan Yahoo, diawali huruf "Y". dan segala pernak-perniknya. Dan saya jarang menggunakan kok, ribet.
Bisa di coba, nih http://www.google.co.id/search?q=Yodao, dijamin monitor penuh tulisan Cina.


Kembali ke masalah, terus apakah ada saingan Google? Apakah Yodao? Semakin jauuuhhhh. Jadi? Sejauh ini --setahu dan sepanjang pengamatan-- menurut saya, pencari pembunuh "Google saat ini" hanyalah......... Google Masa Depan. tongue

Jumat, Desember 07, 2007

Draft yang tertunda, dan akhirnya batal

Seperti saya sebutkan, dalam mencatat inspirasi, biasanya saya melakukan pada bidang apa saja, termasuk pada draft blogger. Ini juga tergantung sikon, terutama pas BW-nya gede biggrin tapi, sepertinya beberapa draft, karena satu dan lain hal saya batalkan.




Beberapa draft yang mau saya luncurkan. biggrin
Naga-naganya, yang terakhir bakalan batal deh ... (mulo iku ojo seneng ngende-ngende)

(mumpung bandwidth gede ... umpak-umpakan ah... whistling)

Kamis, Desember 06, 2007

Quota full

Tadinya mau cuek beibeh saja ketika saya mendapatkan MAILER-DAEMON@mail.xlmail.co.id yang masuk ke hp. Pikir saya, "ah paling xl lagi error." (Sory Prox ... whistling) Lama-lama penasaran, saya mencoba login ke akun xl mail. Dan ternyata beliaunya ... FULL! biggrin




Memang beberapa hari lampau pernah saya mencoba untuk login ke xlmail, tapi gagal, dan baru sekarang bisa login ke xlmail. Itu tidak bisa ketika saya memakai GPRS XL, dan kali ini saya mencoba memakai yang BW-nya lumayan gede, menurut takaran saya. Yaitu Indosat M2 biggrin





rekomendasi situs test oleh: setiawans

Sabtu, November 24, 2007

Cuaca Hari Ini Cerah Sekali



"Malem minggu enake lapo yo?" begitu biasanya mavia --nick YM-- dalam statusnya. Maka dalam status saya pun saya balas, "Enake kojom mbek kodew ae"

Itu kalau pas lagi YM-an. Lha kalau ndak?

Sekilas mata tertuju pada pojokan yahoo home menunjukkan: Wonosobo 95°F (35°C), fiuhh panas juga. Efek rumah kaca..gobal warming..? Entahlah, saya tidak tahu. Tapi jelas untuk ukuran tempat saya, ini sangat merisaukan.

Biasanya kalau saya melihat termometer kamar, ngga sampai begitu kok. Paling 25-27°C, tapi biarlah. Ambil sisi positifnya saja. Mungkin ini saatnya pergi ke pantai. Yap, pantai. Tapi gimana pula panasnya pantai. Ah, lagi-lagi saya jawab, entahlah.

Mending ngimpi kali ah....

***

Seperti janji siang kemarin, sore ini saya janji ma dia tuk membeli hiu bakar di Pantai Baron. Ya Baron, yang di pesisir Jogja itu. Memang saya sering cerita sama dia, tentang gugusan pantai yang ada di selatan Jogja, selain Paris (Parang Tritis) dan parang-parang lainnya, masih ada kok yang lebih bagus. "Ngapain ke Paris say, mending Krakal, dan ntar pulangnya mampir Baron, kan bisa beli hiu bakar" kata saya nggombal, suatu saat. Dan dia pun kepincut.

Dan seperti janji saya, berangkatlah kita ke sana. Dan seperti biasa, banyak orang yang tercengang mengagumi. Kita berdua memang --kata gosip-- pasangan yang sangat serasi. Yang satu ganteng seperti dirinya sendiri, satunya lagi seperti artis Hollywood.

Meluncur dengan Porsche Booxter --warna kuning persisnya-- yang audio mobilnya melantunkan lagu Superstar, Jamelia.

i don't know what it is,
that makes me feel like this,
i don't know,


Pake kaca mata item cengdem --seceng tapi adem-- di sebelah duduk cewe cakep, panggil saja dia: Vonny Cornellia. Dan diapun memandang. Senyam-senyum, dooh ... mesra banget. Dunia serasa milik berdua, yang lain nge-kost...


Aaahh.. cool... Tapi panas (35°C) dan masih di gunung.

Kembali ke jalan...

Di jalan berliku dan mendaki nan penuh tebing curam, setelah melewati Wonosari, arloji Rilex menunjukkan pukul tiga lebih dikit. Boxter melaju dengan kecepatan kencang --kalau ngga boleh dibilang ngebut-- pelek racing 17 inche (43.18 cm), dengan kecepatan ngga pernah lebih dari 12.43 mil/jam (20 km/jam) --tapi sisanya-- wuss...tapi kok tetep panas ya? Mobil serasa motor kalau gini. Tau seperti ini adanya, mending tadi naik si Boy saja --yang kecepatannya emang bener-bener 70 km/jam maksimal-- bisa nyante. Enak lagi, semilir nyiur melambai. Mana bisa lebih "akrab"...

Lha ini Boxster, secara dia itu mobil kenceng, moso masih nyante kan ngga lucu, harus digeber tuh. Gas pol... rem blong .. Wuuusss...

***

Krodak...sesuatu membertur kepalaku. Lembut...pelan mata ini terbuka dan terjaga, kuseka iler di bibir. Sial, bantal-guling ...

Rabu, Oktober 17, 2007

Ketika "Yang Baru" Tiba


Warnamu kok jadi gemading gitu siy? seperti pepaya ..biggrin


Hehehe..protes mulu bawaannya. Ternyata masa penantian itu ngga sampai enam bulan jack. Setelah masa itu, hari ini 48 delapan hari kemudian, dia datang. Sebenarnya semalam sudah agak curiga plus bingung, kok warnanya jadi oldis lagi (dulu ketika masih hobi makai yang classic, perasaan warna defaultnya juga gini?), cuma berhubung kepala agak erorr jadi ngga merhatiin.

Tanda rss readernya juga ganti, biasanya kalau belum kebaca, ditandai dengan tanda bintang (*), sekarang cuma dibedakan dengan warna pudar dan cerah. Masalah lambreta, masih tetep. Malah rasa-rasanya semakin lelet (lebih lelet dari prototype-nya). Apakah karena jiwa sedang menyesuaikan dengan tubuh barunya? Gak ngerti...

Jadi yang baru, hanya itunya ya? Yo wes lah...saya terima-terimakan. biggrin
...berpelukan ...bighug

Jumat, September 21, 2007

Pemasangan Linksys WRT54G Yang Membahayakan

Niatnya mau memfoto bunga (atau kupu-kupu ya?). Ini masih dalam rangka eksplorasi kamera yang punya merk Olympus FE115

Hasilnya? Ndak penting deh. tapi yang penting apa yang tertangkap di pojok kanan atas. Bukan tuyul atau penampakan. Tapi sebuah Linksys WRT54G

Asek..whistling. Yang mau diomongin bukan asiknya ding ( walaupun tetep asik), tapi bahayanya itu lho. Lha kalau saya jahat kan bisa saja malem-malem saya panjat pake tangga, saya reset, trus update firmware-nya. Lha telanjang gitu hi..hi..hi..heehee