Tampilkan postingan dengan label pribadi.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pribadi.. Tampilkan semua postingan

Minggu, Oktober 30, 2011

(Pernah) Iklan operator seluler SLI

Kuambil gitar dan mulai memainkan.

Lama sudah tak main gitar. Senar-senarnya mulai tua, suaranya jadi lemes. Sembari nyetem gitar, kok ada suara hujan, kan jadi agak saingan. Mencetnya dikenceng-kencengin biar suaranya kedengaran. Suara berikut (dulu) adalah suara iklan salah satu operator SLI. Suara ini biasa saya buat nyetem gitar. Suara latar adalah suara hujan yang sedang deras-derasnya makanya agak gemuruh.


Gambar dari flickr. Sebenarnya ngga pas juga karena gambarnya terang-benderang tapi suara latar kok hujan deras-benderas. Akan tetapi, dari pada ngga bisa upload wma ke blogger, beginilah solusinya.



Rabu, Oktober 01, 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H





tak penting bajunya
tak penting sajadahnya
apalagi tempatnya
terpenting niatnya
niat suci di bulan fitri
kuatkan tekat untuk ridho Illahi



Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
تقبل الله منا ومنكم صيامن وصيامكم كل عام وانتم بخير
Minal Aidzin Walfaidzin
Mohon Maaf Lahir Batin

Minggu, April 27, 2008

Pesta 3G

Sesekali, sebagai wong ndeso saya dapat menikmati 3G (selanjutnya akan saya sebut dengan telungge). Jadi critanya ini hari saya sedang di Semarang, sekitar taman KB-lah. Kemudian saya test dengan speed test dengan arah sasaran Seattle, sedangkan piranti pendukung adalah GlobeTrotter dapat saya perolehan hasil sementara adalah sebagai berikut:
(gambar)


Dan saya pun (sementara) puas!

Sementara itu teman saya malah sedang kesusahan dengan proxl-nya. Hp motorolanya (C 381) tidak dapat mendial ke proxl. Entah kenapa saya asli ndak tau. Tapi kata temen saya itu, untuk operator lain bisa, yaitu telkomsel.

Nah, jadi di satu sisi saya sementara terpuaskan (ntar kalau dah pulang juga ngga bisa lagi kan?),namun di sisi lain, teman saya terpinggirkan. Nah, di sini saya cuma ikut mengutarakan aspirasi saja. "Kenapa prox?" pertanyaannya. Di satu sisinya lagi, proxl kapan telungge-nya sampe ndeso?




Senin, Desember 10, 2007

Negeri Di Awan

Untuk mendiskripsikan/mengungkapkan sebuah tempat /perasaan memang susah, tapi tetap dicoba biggrin dan bisa dengan beberapa cara. Beberapa contohnya adalah berikut ini:

1. Ungkapkan dengan puisi

sibak kabut merengkuh takut
angin menjepit menjerit sakit
terhimpit bukit angkuh runtuh
berkilap nur terjang kabut pedut
halau maut tengah kalut cancut

daun ranting meringis nangis
tatap lumpur tak acuh melirik sirik
titik peluh melingkar gahar
longgar membongkar menggurat
menoreh wajah lelah
jalar jalan kian jauh

sibak bukit serupa sesepuh lumpuh
pekat hitam malalap silau redup
raut sang surya garang meradang
murung merenung tanggung gemulung
gunung tegar menghampar segar


2. Ungkapkan dengan karangan, misalnya di bawah ini:

Tinggi tempat itu tak membuat kami --tukang ojek dan penumpangnya (saya)-- menyerah begitu saja menerjang jalan yang menjulang tinggi. Jalan sempit selebar kira-kira satu meter --tersusun dari batu-batu gunung (sistem Telford/rolak)-- tidaklah membuat surut. Memang dingin dan gelap susana saat itu. Tebal kabut menutup jalanan hampir sejauh sepuluh meter.

Di sekeliling, nampak pohon pinus yang besar-besar. Sepertinya ini memang masih hutan perawan. Lagian siapa juga yang mau menggrandong di ketinggian segini. Belum lagi kalau terkena resiko kepergok warga setempat. Pokonya lebat dan rindang. Kalau sudah begini lupa deh sama semua tetek-bengek.

Hutan lebatnya membuat saya dapat menghirup oksigen sepuas-puasnya. Pohon-pohon pun nampak menyeringai, seolah ngledek. "Mau nyedot asap knalpot sampai puas juga silakan, ntar gua dah yang ngatasin karbonnya smug"


Kata Pak Kades, jalan ini memang hendak ditujukan bagi para pendaki gunung. Saya pikir gila juga idenya. Walau tidak begitu inovatif, tapi kreatif. Sepertinya di lereng Tengger juga ada sih. "Ngangkut batu saja pakai motor mas". Weh, busyet. Kalau bukan tekat kuat masyarakat setempat, mungkin sulit jadi juga itu jalan.

Beberapa motor memang terlihat sudah dimodifikasi supaya kuat menghadapi medan berat. Kebanyakan memang motor honda cowok yang dimodif. Ketika saya nanya "kalau motor cewe?" "Ya kuat mas, hanya saja sekali naik paling juga jebol."


Ketika kami barhenti, tempat itu bukanlah ending-nya. Masih se-unyil jalan saja. Untuk benar-benar sampai akhir jalan --end of the road ciee..-- masih jauh. Tapi segitu saja sudah membuat puas kok. Segernya.*


3. Dengerin lagunya Katon Bagaskara: Negeri Di Awan atau bisa juga lagunya Nicky Astria: Jangan Ada Angkara (maksa biggrin )
...
jangan lagi ada angkara
demi damai jiwaku
jangan lagi ada prasangka
yang kan menyiksamu
demi cinta kita

begitu banyak jalan berliku
jangan luruhkan tegarnya hatimu
dan ku akan kembali setiap langkahmu
bersamaku
...


4. Lihat saja fotonya


terhimpit bukit