Selasa, Agustus 08, 2006

Cerita Berlanjut Lebih Serius

post under: himbauan

Pusat Informasi Palestina


Setelah puas teriak-teriak kemarin, sekarang saya mencoba untuk lebih merealisasikan apa yang saya teriakan. Diawali dari teriakan-teriakan anti agresi israel, kemudian -sekarang- berlanjut ke yang agak serius. Mungkin kecil, namun bila bisa dilakukan secara beramai-ramai, walaupun kecil tetap akan berpengaruh. Yah, seperti kata Aa Gym, mulailah dari diri sendiri dan dari yang terkecil. Gajah digigit semut satu kelurahan juga bakalan bingung.

Untuk itu perlu sedikit langkah nyata yang signifikan, dari pada tidak sama sekali. Boikot produk-produk Amerika (semampunya) adalah salah satu pilihan. Yup, mulai dengan memboikot produk-produk Amerika. Mungkin tidaklah seberapa, tapi lumayan dari pada tidak sama sekali.

Untuk beberapa kasus, mungkin perlu diabaikan, misalnya antara lain : yahoo.com (jelas sulit), google.com (same aja), dll. So seperti himbauan beberapa orang, maka untuk aksi pemboikotan oleh saya dan mungkin lainnya, saya sepakat dengan saya sendiri untuk memboikot benda - benda konsumsi, plus sedikit non konsumsi lainnya, dan inilah oknum-oknum tersebut (plus substitusi) :

  1. Rokok Marlboro (merah, hijau, putih) -- > Tetep ClasMild
  2. Sampo Head & Shoulder, Pantene -- > sabun mandi
  3. Seven Up ---> es teh, es jeruk.
  4. Coca Cola , Sprite, Fanta --> es teh, es jeruk.
  5. Batu Bateray Everyday ---> pakai ABC
  6. Motorola ---> (tadinya berencana beli hp merek ini huehehe..kaga jadi deh)
  7. KFC, McDonalds, Pizza Hut tidak ada di kota tercinta, abaikan.


Memang mungkin kadarnya sedikit, atau mungkin ada yang menganggap tak berarti sama sekali, tapi paling tidak ada sedikit usaha, meski semampunya dan ala kadarnya. Sepertinya, pergi ke medan laga juga belum mampu. dari pada duduk manis sambil mengguman, 'lihat ajalah seberapa lama', mungkin hal remeh-temeh ini ada manfaat, paling tidak (sedikit) ikut menghayati penderitaan saudara-saudara di palestina dan Lebanon.



*Antek Windows, yahoo, google yang masih belum bisa konsisten

Technorati Tags:

Rabu, Agustus 02, 2006

Siapakah teroris sebenarnya?

post under: katama'q'ma'q'ku pada Israel!

Darah-darah berceceran, mengalir dari tubuh seorang balita. Kekejaman israel semakin menggila. Serangan roket berdentuman di rumah-rumah warga sipil. Anak-anak jadi korban, emak-emak bergelimpangan. Amerika sama saja kelakuannya, terkutuklah mereka!!

Layaknya BHD-DF, helicopter berterbangan, mending kalau nyebar sembako, ini malahan nyebar pelor. Senapan mesin membabi-buta persis babi emang, orang tidur ditembaki. Moga-moga mental kearah mereka.

Masih belum puas, anak-anak ditangkepin gara-gara berani protes.

Damned israel!! Damned israel!!Damned israel!!Damned israel!!Damned israel!!
Die israel!! Die!! Die!!Die!!Die!!


Layak diliat orang dewasa:
http://www.halturnershow.com/IsraeliAtrocities.html

DTA : Don't trust anybody

post under: omong2tok


DTA (di-ti-e) adalah kode.   Kurang lebih artinya : jangan percaya siapapun.

Kode yang dilontarkan Mr. Sly pada saat dia main di sebuah filem (lupa judulnya).  Dia berperan sebagai polisi yang menyamar sebagai napi kalau ngga salah.   Dalam usaha mengungkap kasus apa ya..ini juga lupa. Intinya si andercafer.

Sejak nonton filem itu, kata itu seolah selalu melekat di kepala, melekat dalam artian masih saja keinget sampai sekarang.  Yang jadi masalah, untuk penerapannya saja yang sering lupa.  Padahal untuk momen-momen tertentu, terkadang itu sangat diperlukan. Kejam sih memang kalau mengartikan secara saklek, mutlak begitu.  

Misal: sama teman ngga percaya,  sama sodara ngga percaya dll.

Mungkin lebih tepat kalau mengartikannya : 'ati-ati dab dalam ngasih kepercayaan' :D. Mengingat seringnya kesandung masalah gara-gara urusan 'kepercayaan' ginian, termasuk saya sendiri. Maksudnya orang yang ngga percaya ma saya gitu.

Misal : jual beli, beli jasa, sewa jasa, minta tolong dll.
Hmmm, terkadang mungkin kode ini perlu diterapkan juga.
.
Lha, repotnya adalah, jika hal sebaliknya yang diterapkan ke kita, bagaimana ya? 
Mungkin salah satu cara ya dengan menjaga kepercayaan orang.   Jangan sampai istilah : gara-gara setitik nila rusak susu sebelanga atau mungkin buaya berbulu kambing , melanda.