Tampilkan postingan dengan label wireless. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wireless. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 21, 2010

Meletus lampu hijau..dor!

Malam ini saya telah dengan sukses membuat DIR-300 kesayangan saya benar-benar wafat dengan tidak tenang laughing. Yah, karena kerusakan terjadi pada organ dalam, maka ndak ada screen shoot.

Kesalahan terjadi ketika salah ngoplos kabel antara kutub positif dan negatif. Murni ini memang human erorr saya sebagai manusia. Ya iyalah masa sebagai monkey nguk.. laughing

Pelajarannya?
1. syukurin.
2. cek gambar colokan di body mesin.
3. punya bahan ngeblog.
4. bahan ketawaan atas 'kejeniusan saya' (ngga tega ngatain diri sendiri edi.. e-di-o-te laughing)

Mungkin sekalian kesempatan pindah orientasi ke alat lain. Tersangka utama kayaknya linksys, tapi entahlah terlanjur enak pake dir-300. Apapun pilihannya dipastikan bakal bikin bokek.. doh

Senin, Januari 11, 2010

Mengganti AC Adaptor DIR 300 dengan Power Supply PC

Ketika hujan tiba dan petir menyambar-nyambar pada waktu yang lalu, beberapa peralatan keras terkena imbasnya. Mereka adalah antara lain ADSL router merk articonet (gratisan dari telkom) dan DIR 300 (beli sendiri). Kalau articonetnya emang disinyalir mati beneran, sedangkan DIR 300 hanya adaptornya (prediksi sementara). Untuk itu, segeralah saya keliling kota untuk mencari penggantinya.

Pertama-tama mencari pengganti Modem ADSL dan dapat gantinya merk TP Link (di toko adanya hanya itu dan itupun sepertinya tinggal sisa-sisa). Sementara itu, untuk DIR 300-nya saya pusing beneran, walaupun sebenarnya warranty-nya masih bunyi, tapi karena satu dan lain hal saya males berurusan sama yang namanya warranty-warranty-an gitu, berakibat membuat saya tetap pusing (walau ada warranty-nya). Dan nasib DIR 300 masih menggantung.

Tiap kali mau konek harus uncluk-uncluk gotong laptop mendekati sumbernya, kan ya capek deh, maka saya pun berupaya lagi keliling kota untuk cari adaptor-adaptoran. Tapi sayangnya usaha saya tidak menemukan hasil, beberapa tukang servis yang saya mintai keterangan cenderung angkat tangan dan atau geleng kepala. Lha njuk piye?!!!


Bongkar-bongkar kardus akhirnya menemukan sebongkah power supply yang wujudnya sudah nggilani alias karatan. Hehehehe... batin saya, dicoba ah. Mula-mula biasa saja, lama-lama pusing. Adaptor DIR 300 input-nya 5V - 1.2 A, sedangkan seingat dan setahu saya dulu kalau power supply itu output-nya 12 V (dan saya keliru).

Entah kebetulan entah disengaja, ketika membongkar kardus, bersamaan dengan pencarian power supply, saya menemukan juga ada cd rom (yang selamat dari kekejaman memenuhi ambisi) bekas, dan di belakangnya menyebutkan angka 5 V untuk yang kiri dan 12 V untuk yang kanan. Untuk membuktikannya saya ambil multitester dan saya colok yang merah dan hitam, hupla 5 Volt!

Langkah selanjutnya potong jack adaptor mana entah punya siapa dan dimasukkan, dan ternyata lampu-lampu indikator DIR 300 itupun nyala semua. Entah bertahan berapa lama kondisi seperti ini, belum teruji, tapi yang jelas memang jadi semrawut. Ilustrasi ada di bawah ini:

P1110001P1110003P1110004P1110095P1110096P1110097

Jumat, Juli 31, 2009

Free Internet 14.00 - 7.00

perang hot spot
Hotspot gratis dari jam dua siang sampai jam tujuh pagi untuk masyarakat sekitar sini.

Terima kasih kepada tetangga sebelah.

Kamis, Maret 05, 2009

Kedelai —kesel deh lai (asal)

Utak-atik dikit dlink yang tidak lah konek-konek (tau setelah datangya pemberitahuan)

1. Reset, reboot dan lain-lain
2. Restore backup dan lain-lain
3. Tetep saja ngga jalan
4. Katanya modem speedy hangus. OK.
5. Modem speedy dah di service (katanya)
6. Katanya (lagi) sekarang pakai server: modem speedy-->server-->linksys-->client dan lain-lain tremasuk dlink (route-nya makin ngga jelas kayanya, jaoh), yang dulu (kalau ngga salah, pakai feeling doang): modem speedy--> linksys--> client dan lain-lain tremasuk dlink.

Ditunggu settingannya untuk beberapa saat (hari)

Coba lagi.

Pertama-tama pakai DHCP, eh..ngasih subnet yang ngga jelas.
Utak-atik dlink makin lama makin jauh dari settingan awal, kirain dlinknya masalah.

Beberapa waktu, cek lagi masih ngga jelas.

Nglihat lagi settingan dlink pake capture-nya yang di flickr karena ragu, dan bener salah
Use DNSMasq for DHCP, Use DNSMasq for DNS, DHCP-Authoritative masih kecontreng (seperti pemilu aja).
Contreng buang.

Cek ssh (oiya, disini user always root) ke dlink pakai 'ps' masih kelihatan servicenya aktif, cek ke service (web base), ternyata belum dibuang contrengaanya. Contrenganpun dibuang.

(Opo neh yo?)

Ping local dns TTL=255 ?? ping dlink TTL=64 serasa ada yang berubah disananya. Mbulet.

Ping lagi ke local dns, time request kok lama amir (feeling: gara-gara route-nya kebanyakan kali)

Sedikit catatan:
1. Kalau gampang lupa itu mbok dicatat!! (paling yo klalen maneh. tok..tok..doh)
2. Untuk D-link sebagai client dengan firmware dd-wrt, catet:

DNSMasq for DHCP, Use DNSMasq for DNS, DHCP-Authoritative, buang aja.

3. Nyeting D-link kudu sabar, setelah reboot efek terasa setelah + 5 menitan (feeling)
4. Jangan buru-buru ambil kesimpulan, walau di ping timeout terus, tunggu, jangan2 belum ngefek. Sambi ngopo waelah (ben ora jenuh).
5. Always backup best configuration (tapi yang mana? daydreaming-New!)
6. Kayanya ini dah mendingan —walau di ping lama amir— lumayan lebih kencang, dan gak ada ip crash (kelihatannya siy)
7. Katanya, client bridge tidak tepat untuk dibagi kebanyak client, tapi kayanya ngga gitu deh, lha ini buktinya, cuman emang sedikit agak mbulet biggrin.

Yah, gitu deh untuk hari ini, moga-moga aman dan sentosa.

Senin, Desember 01, 2008

Client bridge dengan DIR-300


Setelah pusing hampir banyak keliling, akhirnya (Alhamdulillah) bisa juga membuat bridge pada D-Link DIR-300 dengan menggunakan dd-wrt yang ternyata memang sudah support. Firmware yang digunakan adalah : DD-WRT v24-sp1 yang khusus buat D-300.

Kebutuhan:
1. DD-WRT v24-sp1 firmware (include ap61.ram, ap61.rom, dir300-firmware.bin, flashing.txt, linux.bin, tftpsrv.zip yang kemudian disebut all in one);
2. putty kalau belum punya bisa di-download di sini dan;
3. Maaf, dalam hal ini WinO$ blushing.

Prosedur
1. Download DD-WRT firmware (all in one) DIR-300 seperti yang telah disebutkan yaitu di sini
2. Flashing DIR-300 sesuai prosedur yang ada di sini

Sedikit tambahan saat reboot (karena saya pusing pada bagian ini) :
a. Cabut kabel (UTP dan power) DIR-300;

b. Beralih ke alat setting, setting IP (komputer/laptop/apapun mesinnya) di statis IP 192.168.20.80/255.255.255.0;

c. Kembali ke DIR-300 lagi (yang tanpa kabel apapun), tancapkan UTP ke colokan yang menuju ke Internet (biasanya ini masuk ke modem ADSL bila make modem) ke ethernet komputer/laptop/apapun mesinnya (yang ipnya sudah diset statis tadi);

d. (Bagian paling lumayan sulit bila dilakukan sendirian) Pencet tombol reset (masih dalam keadaan DIR-300 tewas) baru kabel setrum/powernya di colokkan. Tahan reset sampai + 30 detik;

e. Hidupkan TFTP dan juga putty-nya, dengan ketentuan semua file (all in one, termasuk hasil ekstraksi) yang tadi telah di download dari di sini diletakkan dalam satu folder. Supaya jelas lihat gambar.


3. Selanjutnya kembali ikuti langkah di sini (sama saja balik ke point 2 ding biggrin), dan seterusnya sama persis sama yang disana.

Dengan hasil akhir agak berbeda (atau mungkin sama saja) yang catatannya di simpen di sana.

Karena sejauh ini baru sampai tahapan FLASHING (catet) maka mari kite kembali ke judul.

Wokeyy!!! whew!(kesel jah..)

Untuk nyeting DIR-300 dengan firmware baru yaitu DD-WRT v24-sp1 supaya dapat dijadiin bridge, maka selanjutnya ikuti langkah langkah berikut.... ngga ah, capek ngetik, mending ke sana saja yabiggrin.

tembakan layar dd-wrt di DIR-300:



Sekian.


Jumat, September 21, 2007

Pemasangan Linksys WRT54G Yang Membahayakan

Niatnya mau memfoto bunga (atau kupu-kupu ya?). Ini masih dalam rangka eksplorasi kamera yang punya merk Olympus FE115

Hasilnya? Ndak penting deh. tapi yang penting apa yang tertangkap di pojok kanan atas. Bukan tuyul atau penampakan. Tapi sebuah Linksys WRT54G

Asek..whistling. Yang mau diomongin bukan asiknya ding ( walaupun tetep asik), tapi bahayanya itu lho. Lha kalau saya jahat kan bisa saja malem-malem saya panjat pake tangga, saya reset, trus update firmware-nya. Lha telanjang gitu hi..hi..hi..heehee